Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-06 18:00:46【Tempat Makan】275 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(5)
Artikel Terkait
- IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik
- Pemprov Jateng buka "hotline" aduan keracunan menu MBG
- Pemkab OKU Selatan luncurkan Program MBG di Rantau Panjang
- Wamen PPPA harap hasil kebun di Gorontalo bisa dukung program MBG
- Ahli gizi bagikan kiat mengolah makanan yang memengaruhi kalori
- DKI kemarin, kapal tenggelam hingga Pramono tolak atlet Israel
- Mengatasi sentimen negatif isu beras dan membangun ketahanan pangan
- Galon polikarbonat ngak menyebabkan gangguan kehamilan dan diabetes
- Pentingnya nutrisi untuk ongak pada pemulihan stroke
- BI: Penjualan eceran pada September 2025 diprakirakan meningkat
Resep Populer
Rekomendasi

BI Jatim: Penguatan investasi manufaktur kunci pertumbuhan ekonomi

Wamen PPPA harap hasil kebun di Gorontalo bisa dukung program MBG

SPPG Jatijajar jadi model dapur MBG inklusif dan peduli lingkungan

ITDC: Penanganan sampah MotoGP menerapkan prinsip ekonomi sirkuler

Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang

Penjualan bebas bea di pulau resor China naik selama libur Pekan Emas

Empat ekor beruang muncul di perkebunan warga di Agam

SPPG Kepri hentikan dua dapur MBG setelah hasil lab positif bakteri